<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Andri Permana</title>
	<atom:link href="http://andripermana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andripermana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Sep 2008 04:13:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andripermana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Andri Permana</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andripermana.wordpress.com/osd.xml" title="Andri Permana" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andripermana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Capung yang SMSan.</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/28/capung-yang-smsan/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/28/capung-yang-smsan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 04:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini capung betina itu pergi, bersama satu ekor capung jantan lain yang lebih gagah luar dalam dibanding capung jantan yang tinggal satu kandang, atau apapun namanya, dengan si capung betina. Capung betina meminta ijin kepada capung jantan yang tinggal satu kandang, tapi tidak mungkin ditolak, capung mana coba yang bisa menolak kehendak Tuhan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=57&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini capung betina itu pergi, bersama satu ekor capung jantan lain yang lebih gagah luar dalam dibanding capung jantan yang tinggal satu kandang, atau apapun namanya, dengan si capung betina. Capung betina meminta ijin kepada capung jantan yang tinggal satu kandang, tapi tidak mungkin ditolak, capung mana coba yang bisa menolak kehendak Tuhan dan ego capung lain? Tidak ada.</p>
<p>Pukul 19:37 capung betina itu mengirim SMS kepada capung jantan yang tiap malam tidur satu kasur di kandangnya bersamanya itu, isinya seperti ini:</p>
<p><em>Ayah lagi apa? Lagi di mana? Ibu sekarang lagi makan, kalian udah makan belum? Me love you both.</em></p>
<p>Itu isi SMS yang sudah dilengkapi, atau ditafsir, soalnya seperti layaknya SMS kebanyakan SMS tersebut juga disingkat-singkat dan tafsiran itu berlaku untuk semua SMS di dalam tulisan ini, tapi tulisan ini bukan tafsir SMS melainkan cerita pendek, cerita pendek tentang capung. Dari SMS di atas juga kalian tahu bahwa si capung jantan adalah seekor yang disebut Ayah, dan si betina adalah seekor yang disebut Ibu. Kata “kalian” juga menunjukan bahwa ada dua ekor capung yang dimaksud si Ibu, saya asumsikan adalah anak dari keduanya. Jadi mereka sudah menikah? Itu bukan urusan saya.</p>
<p>Si Ayah menjawab SMS tersebut dengan SMS juga, karena apa? Karena handphone keduanya tidak mendukung MMS, mungkin. Isi SMSnya adalah seperti ini:</p>
<p><em>Udah. Baru beres Tarawih. Ibu kapan pulang, ibu tahu jalan pulang kan?</em></p>
<p>Apakah saya perlu menjelaskan maksud dari SMS tersebut? Jangan yah, kalian kan pintar, pasti bisa mencari penjelasannya sendiri. Si Ibu kemudian membalas kembali, bukan balas dendam, tapi balas SMS si Ayah. Isinya seperti ini:</p>
<p><em>Gaga diajak tarawih ga? Beres makan, ibu pulang kok. Ya tahu atuh ayah, kenapa gitu?</em></p>
<p>Gaga kita asumsikan sebagai capung kedua di rumah mereka, yang mana adalah telah kita asumsikan sebagai anak dari kedua capung tersebut. Si Ibu bertanya kepada si ayah, bukan kepada Gaga mengenai diajak tarawih itu, benarkah? Percayalah. Si Ayah membalas SMS itu, karena isinya adalah pertanyaan. Dan sadari merekapun saling berkirim SMS, diawali SMS si Ayah seperti ini:</p>
<p><em>Iya atuh. Tahu kan, kalau gitu jangan ajakin capung lain pulang kerumah.</em></p>
<p>Si Ibu:</p>
<p><em>Iya ayah pasti. Ayah percaya kan sama ibu? Ntar ibu kabarin lagi ya, titip cium buat gaga. Mmmuah.. Buat kamu mah ntar aja malem. Hihhi.</em></p>
<p>Kata “Mmmuah..” dan “Hihhi.” Adalah ekspresi, atau bahasa kininya adalah  &#8220;extext&#8221; kependekan dari expression text, artinya teks yang mengekspresikan sesuatu.</p>
<p>Si Ayah:</p>
<p><em>Pengen dicium langsung sama ibu cenah. Soal percaya atau tidak mah bukan urusan ibu, urusan ibu mah bisa dipercaya atau ngga. Dan, bu, ini sudah malam..</em></p>
<p>“Cenah” adalah bahasa sunda dari “katanya”.</p>
<p>Si Ibu:</p>
<p><em>Iya, ayah bisa pegang omongan ibu kok! Iya ini juga udah mau pulang, tunggu yah sayang.</em></p>
<p>Si Ibu ini bukannya tidak tahu kalau yang namanya omongan tidak dapat dipegang, tapi justru karena si Ibu dan si Ayah sama-sama tahu kalau itu adalah sebuah ungkapan. Kata “sayang” juga bukan berarti si Ibu salah kirim SMS, yang harusnya ke si Ayah malah ke si Sayang, tapi karena sayang juga adalah kata ganti untuk capung yang disayangi oleh capung lain. Percayakah? Harus, kalau tidak kamu harus buka wikipedia untuk mencari tahu, dan kamu harus jadi capung terlebih dahulu, hoream pan? Makanya, percaya saja.</p>
<p>Si Ayah:</p>
<p><em>Iya sayang, hati-hati yah. Kami sayang ibu, selalu.</em></p>
<p>SMS mesra, kalau menurut saya, tapi sayang si Ibu tidak dapat merasakan kemesraan itu. Kenapa? Karena SMS itu tidak pernah terkirim. Kenapa? Karena lagi-lagi si Ayah tidur dengan menindih handphone, sehingga pulsanya hilang. Kenapa? Karena akibat tertindih itu handphone si Ayah menelepon keluar sehingga pulsanya habis, sehingga tidak dapat mengirim SMS terakhir kepada si Ibu. Kenapa? Mari kita sebut itu sebagai takdir.</p>
<p><strong>21:15<br />
Seramai-ramainya warnet, tidak pernah seramai pertunjukan sirkus. Sepi, keramaian yang sepi.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=57&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/28/capung-yang-smsan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya senang sekali hari ini.</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/28/saya-senang-sekali-hari-ini/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/28/saya-senang-sekali-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 04:07:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[dia]]></category>
		<category><![CDATA[drunken molen]]></category>
		<category><![CDATA[Pidi Baiq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang senang sekali hari ini. Tapi saya juga sedang tidak ingin seperti itu, kenapa? Karena saya ingin senang berkali-kali, bukan hanya sekali saja. Teman-teman pasti penasaran, jangan, ngga ada yang penting juga! Sini, sebelum banyak yang penasaran biar saya jelasin kenapa saya senang hari ini. Saya senang hari karena dibelikan buku baru sama calon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=55&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sedang senang sekali hari ini. Tapi saya juga sedang tidak ingin seperti itu, kenapa? Karena saya ingin senang berkali-kali, bukan hanya sekali saja.</p>
<p>Teman-teman pasti penasaran, jangan, ngga ada yang penting juga! Sini, sebelum banyak yang penasaran biar saya jelasin kenapa saya senang hari ini. Saya senang hari karena dibelikan buku baru sama calon istri saya. Bukunya bagus, makanya dibeli, judulnya Drunken Molen.</p>
<p>Bukan, bukan soal buku itu. Saya senang karena si calon istri membelikan saya buku. Padahal satu hari sebelumnya saya bilang kalau saya mau beli buku itu nanti, setelah lebaran, setelah saya punya duit lebih lagi. Calon istri saya memang pintar, pura-pura nanya saya baru beli buku apa, saya jawab baru beli buku Drunken Monster, Haji Pidi Baiq yang nulis, percetakan yang nyetak, distributor yang masukin ke toko-toko, mas-mas toko buku yang bungkusin. Jangan tanya detail nama-namanya atuh, saya ngga tau. Dan calon istri saya ngga nanya itu, alhamdulillah. Dia malah nanya,</p>
<p>&#8220;Yang, bukunya ada dua kan?&#8221;<br />
&#8220;Iya.&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;Yang satu lagi apa namanya yang?&#8221; mungkin maksudnya nanya judul, buku itu tidak bernama sayang, buku itu berjudul.<br />
&#8220;Drunken Molen&#8221; jawab saya, lagi.<br />
&#8220;Udah ada emang? Tadi kamu beli di mana?&#8221; calon istri saya memang cerewet, banyak nanya, tapi saya sayang sama dia, dan silahkan cemburu atau iri atau apapun, hehhe..<br />
&#8220;Di Togamas, udah ada, tapi ngga punya uang, padahal mau beli dua-duanya tadi ituh. Nanti aja abis lebaran, kalau punya duit lebih.&#8221; ujar saya panjang, ngga lebar.<br />
&#8220;Oh.&#8221;</p>
<p>Betul kan dia pintar, mungkin maksudnya mau membelikan buku yang saya mau tapi tidak tau judulnya apa. Dia banyak tanya, saya ngga curiga, da emang banyak nanya dia mah. Dia nanya-nanya judul dan beli di mana dan sebagainya. Ah calon istri, saya kagum akan kecantikan kamu, kepintaran kamu mah bonus.</p>
<p>Terima kasih, buat buku bagus dan hari yang menyenangkan. Saya masih bingung, bagaimana harus membalasnya, walau kamu bilang kalau ngga usah pamrih, da bukan pamrih ini mah, ini mah balas budi.</p>
<p>**sayang kamu selalu,</p>
<p>[Ditulis pada: Sep 23, '08 5:19 AM Di kamar kostnya]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=55&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/28/saya-senang-sekali-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua sendok saja, sayang.</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/21/dua-sendok-saja-sayang/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/21/dua-sendok-saja-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 21:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[dia]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[teh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Aku ngga tau harus berapa sendok gulanya, maaf atuh, emangnya biasanya berapa yang? Saya lantas tersenyum, dibalasnya dengan sipuan. Kalau saja ngga di depan bunda sama si ade, mungkin satu kecupan sudah saya daratkan di keningnya. Hari itu saya bahagia, ya bahagia, kata lama yang baru saya temui lagi. Perasaan yang diidamkan semua orang. Hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=53&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Aku ngga tau harus berapa sendok gulanya, maaf atuh, emangnya biasanya berapa yang?</p></blockquote>
<p>Saya lantas tersenyum, dibalasnya dengan sipuan. Kalau saja ngga di depan bunda sama si ade, mungkin satu kecupan sudah saya daratkan di keningnya. Hari itu saya bahagia, ya bahagia, kata lama yang baru saya temui lagi. Perasaan yang diidamkan semua orang.</p>
<p>Hari itu saya bahagia bukan karena satu gelas teh manis yang dia buatkan untuk saya, tapi lebih karena kerelaan dia untuk berada di dapur rumah saya dan berusaha merasa nyaman karenanya.</p>
<p>Ah, cinta memang selalu terdengar cengeng teman. Walau pada akhirnya kami selalu disebut melankonis, saya tidak peduli. Tidak ada gunanya berbohong, toh kami memang sedang menjalani sesuatu yang manis dan kata-kata tidak pernah terasa cukup untuk menggambarkannya.</p>
<p>Saya kagum akan kesediaannya untuk bertanya, mencoba mengerti saya, mencoba mencari apa yang saya inginkan dari dirinya. Kami bahkan bermain permainan konyol demi saling mendapati satu sama lain. Kami bahkan enggan untuk berbohong, alih-alih berbohong kami berkata jujur walau sadar bahwa apa yang kami lakukan kadang tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan. Tapi kami butuh itu, kami butuh kejujuran. Dan berbahagialah manusia yang mendapatkan apa yang dia butuhkan.</p>
<p>Hari itu kami kembali duduk berdua di tempat yang biasa kami sebut &#8220;rumah&#8221;, ah, di manapun selalu kami sebut rumah. Saya selalu merasa pulang ke rumah ketika dia ada di sana. Seperti waktu yang lalu, kami duduk berhadapan, saling menatap satu sama lain, bersumpah untuk berkata jujur, dan pertanyaan demi pertanyaan terlontar begitu saja. Tidak ada jawaban yang begitu menyakitkan, karena selalu diakhiri dengan kecupan serta pelukan erat yang menenangkan. Semakin lama pertanyaannya semakin pintar, semakin membuka diri, semakin mewujudkan apa yang selama ini hanya tersimpan di dalam. Walaupun kadang saling mencubit, pertanyaan-pertanyaan itu tidak berjiwa emosi, pertanyaan itu murni logika yang mencoba keluar dari terali kecil yang menyesatkan bernama cinta.</p>
<p>Menyenangkan, kami harap Tuhan mengijinkan kami untuk terus bahagia, menjalani sisa hidup kami, menata kehidupan bersama-sama, dan menjadi tua dengan kedua tangan kami yang selalu saling menggenggam.</p>
<p>**Adzan Subuh, merinding entah kenapa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=53&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/21/dua-sendok-saja-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami saling cinta disaat kami berbeda pendapat.</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/19/kami-saling-cinta-disaat-kami-berbeda-pendapat/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/19/kami-saling-cinta-disaat-kami-berbeda-pendapat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 21:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Pidi Baiq]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Kami saling cinta bahkan di saat kami saling berbeda pendapat, saling berbeda pandangan, dan atau saling berbeda keinginan. Sehingga tidak ada saling menyalahkan dan sehingga tidak ada batu, dan sehingga tidak ada teriakan menyebut nama Tuhan untuk justru menghancurkan, seolah-olah mereka lupa bahwa nama Tuhan yang mereka teriakan adalah tuhan yang justru berfirman: janganlah kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=51&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Kami saling cinta bahkan di saat kami saling berbeda pendapat, saling berbeda pandangan, dan atau saling berbeda keinginan. Sehingga tidak ada saling menyalahkan dan sehingga tidak ada batu, dan sehingga tidak ada teriakan menyebut nama Tuhan untuk justru menghancurkan, seolah-olah mereka lupa bahwa nama Tuhan yang mereka teriakan adalah tuhan yang justru berfirman: <strong>janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi</strong>.</span></span></p></blockquote>
<p>Om Pidi, emang paling juara. Ada kalanya manusia tidak dapat &#8220;disentuh&#8221; hatinya, apalagi ketika manusia tersebut dalam keadaan muram. Om Pidi, dengan cerdiknya, membuat orang tertawa terlebih dahulu untuk kemudian memasukan kata-kata semacam itu di kepala kita. Salut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=51&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/19/kami-saling-cinta-disaat-kami-berbeda-pendapat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngga boleh sms, nelpon dan ketemu</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/07/ngga-boleh-sms-nelpon-dan-ketemu/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/07/ngga-boleh-sms-nelpon-dan-ketemu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 06:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Bukan aku yang ngga mau, dianya yang ngga mau ditinggalin! Kami berdua lantas tertawa, lama. Entah apa artinya buat dia, tapi buat saya kata-kata itu sangat-sangat mencerminkan dia. Dia yang praktis, instan, dan cerdik! Soal bohong atau tidak, kami berdua punya kemampuan yang sama untuk mengetahuinya, sekaligus untuk melakukannya. Satu lagi dari sangat-sedikit persamaan kami. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=49&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bukan aku yang ngga mau, dianya yang ngga mau ditinggalin!</p></blockquote>
<p>Kami berdua lantas tertawa, lama. Entah apa artinya buat dia, tapi buat saya kata-kata itu sangat-sangat mencerminkan dia. Dia yang praktis, instan, dan cerdik! Soal bohong atau tidak, kami berdua punya kemampuan yang sama untuk mengetahuinya, sekaligus untuk melakukannya. Satu lagi dari sangat-sedikit persamaan kami. Teman, kami ini dua manusia pintar yang manipulatif dan super licik! Tapi selalu merasa nyaman, kalau kata sayang atau cinta telah menjadi sarkasme akhir-akhir ini, ketika menghabiskan waktu bersama.</p>
<p>Ah, lelah juga. Masalah tinggal-meninggalkan ini menyita sebagian besar waktu saya. Pekerjaan terbengkalai, saya bahkan lupa perwalian minggu ini. Saya bahkan tidak tahu kuliah apa <span style="text-decoration:line-through;">minggu depan</span>, ah sial, ternyata besok. Kepala saya berat, padahal lebih banyak yang keluar, tapi kenapa bisa tiba-tiba berat ya? Aneh.. Nafas, ugh.. ini parah! Sebelum puasa saya rata-rata ngabisin satu bungkus Pall Mall dan setengah bungkus Djarum Super setiap 24 Jamnya. Setelah tinggal-meninggalkan itu,  kuantitas yang sama saya habiskan dari pukul 18:00 (buka puasa) s/d 04:15 (adzan subuh)!</p>
<p>Sekarang ini, kalau berbaring, setidaknya harus menarik nafas panjang sebanyak tiga kali dulu. Baru sesak itu hilang! Ah, tidak sehat.. Belum lagi tidur yang minimalis, malah tidur yang minimalis, harusnya dosa yang minimalis! Hahha..</p>
<p>Baiklah, baiklah.. janji baru.</p>
<blockquote><p>Ngga boleh sms, nelpon dan ngajak ketemuan!</p></blockquote>
<p>Dia mungkin khawatir, takut kena damprat lagi. Takut semakin diawasi, takut semakin dikekang. Saya bilang, kamu sendiri ko yang pengen diperlakukan seperti itu! Dia uring-uringan, seperti biasa, kalau tau salah dia pasti seperti ini. Kalau tau ada yang tidak sesuai dengan keinginannya juga dia akan sangat-sangat <em>rungsing</em>. Yah, bagaimana lagi? Kalau saya tidak janji buat seperti itu, dia tidak akan bisa tegas! Dia tidak akan bisa memilih! Dan saya benci hati yang mendua!</p>
<p><em>Lalu, kamu tidak takut kalah bersaing?</em></p>
<p>Teman, ini bukan persaingan. Ini takdir, takdir saya jadi manusia terbuang serta menjadi hinaan karena punya pola pikir yang beda dari kebanyakan orang. Takdir kami untuk percaya, bahwa tanpa tiga hal di atas kasih sayang itu akan selalu ada dan dapat tumbuh subur. Kami masih punya hati, sebuah awal dari segalanya, dan apa yang datangnya dari hati tidak mungkin kami remehkan. Kami ini penghayal, yang punya mimpi dan khayalan yang sama. Bahkan ketika tidak bertemu dan bersentuhan sekalipun, mimpi kami akan tetap sama.</p>
<p>**jadi dewasa itu gampang, yang sulit adalah menjalaninya**</p>
<p>[keren tuh kutipan, emang bener? hehhe..]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andripermana.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andripermana.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=49&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/07/ngga-boleh-sms-nelpon-dan-ketemu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Let&#8217;s Get Lost &#8211; Elliott Smith</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/06/lets-get-lost-elliott-smith/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/06/lets-get-lost-elliott-smith/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 12:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;ve been outside Invited in But I couldn&#8217;t abide Wouldn&#8217;t miss it again Burning every bridge that I cross To find some beautiful place to get lost I had true love I made it die I pushed her away She said please stay Burning every bridge that I cross To find some beautiful place to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=47&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I&#8217;ve been outside<br />
Invited in<br />
But I couldn&#8217;t abide<br />
Wouldn&#8217;t miss it  again<br />
Burning every bridge that I cross<br />
To find some beautiful place to  get lost </strong></p>
<p><strong>I had true love<br />
I made it die<br />
I pushed her away<br />
She  said please stay<br />
Burning every bridge that I cross<br />
To find some  beautiful place to get lost<br />
To find some beautiful place to get lost </strong></p>
<p><strong>Well I don&#8217;t know where I&#8217;ll go now<br />
And I don&#8217;t really care who follows  me there<br />
But I&#8217;ll burn every bridge that I cross<br />
And find some beautiful  place to get lost<br />
And find some beautiful place to get lost<br />
</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andripermana.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andripermana.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=47&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/06/lets-get-lost-elliott-smith/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/06/akhirnya/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/06/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 11:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, rentetan prosesi menuju sana telah selesai. Saya akhirnya berani menjelaskan kepada Ibu bahwa semuanya telah berakhir. Harus sebanding. Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Ibu tadi sore. Dan itu menjelaskan segalanya. Satu hal yang pasti, saya lebih yakin dan lega. Terima kasih, buat segalanya. Walau menyempit, ruangan itu akan tetap terisi, dan akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=44&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya, rentetan prosesi menuju sana telah selesai. Saya akhirnya berani menjelaskan kepada Ibu bahwa semuanya telah berakhir.</p>
<blockquote><p>Harus sebanding.</p></blockquote>
<p>Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Ibu tadi sore. Dan itu menjelaskan segalanya. Satu hal yang pasti, saya lebih yakin dan lega.</p>
<p>Terima kasih, buat segalanya. Walau menyempit, ruangan itu akan tetap terisi, dan akan abadi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andripermana.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andripermana.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=44&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/06/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nyaman</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/04/nyaman/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/04/nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 16:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Kepercayaan adalah ketika rasa nyaman merupakan satu-satunya hal yang kita rasakan, dan cinta akan tumbuh dengan sendirinya. **Cerita ini dimulai di pelataran parkir sebuah kedai fast food, dan berakhir dalam kepala kami masing-masing. Siapa bilang jatuh cinta itu butuh waktu yang lama? Baiklah, saya ganti pertanyaannya, seberapa lama rasa sayang itu muncul ketika kita bertemu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=42&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kepercayaan adalah ketika rasa nyaman merupakan satu-satunya hal yang kita rasakan, dan cinta akan tumbuh dengan sendirinya.</p></blockquote>
<p>**Cerita ini dimulai di pelataran parkir sebuah kedai fast food, dan berakhir dalam kepala kami masing-masing.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:line-through;">Siapa bilang jatuh cinta itu butuh waktu yang lama?</span> Baiklah, saya ganti pertanyaannya, seberapa lama rasa sayang itu muncul ketika kita bertemu lawan jenis?</strong></p>
<p>Saya, satu detik. Detik pertama saya melihat dia tepat di matanya, detik kedua adalah kerelaan untuk menghabiskan seluruh waktu luang saya bersamanya, sampai nanti, sampai kami mati. Hey, ini bukan gombalan di novel-novel lama yang berakhir dengan tangisan atau happy ending seperti film-filmnya Om Lupus (sudah pantas disebut Om sepertinya). Ini realitas kawan! Ini adalah bagaimana Tuhan berkehendak, dan manusia hanya dapat menjalankannya.</p>
<p>“Udah, ngga usah banyak omong. Sekarang yang penting adalah aku sayang kamu, hanya kamu. Hati ini, semuanya milik kamu!”</p>
<p>Sudah saya bilang, ini bukan romansa. Ini kenyataan. Nyatanya seorang gadis pintar yang cantik berkata seperti itu, dan saat dia menyampaikan kata tersebut, matanya ikut berbisik, “Ini nyata, bukan mimpi!”.</p>
<p>Baiklah, semuanya terdengar begitu sempurna sampai di sana. Sebelum lantas kemudian muncul pertanyaan lain dari Tuhan, “Sudah siapkah kalian hidup bersama, hanya berpegangan kepada komitmen kalian dan membiarkan nasib serta perjuangan kalian yang menentukan jalan hidup kalian?” dengan sangat-sangat yakin serta penuh kesadaran, belum.</p>
<p>Yang paling sulit bagi pasangan umur dua puluh-an seperti kami adalah ketika kami harus berurusan dengan keseharian kami. Apa yang kami lakukan terkadang tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan. Ada satu kata yang saya ambil sebagai jalan keluar, profesionalisme. Sebelum menulis cerita ini saya sempat menonton Hitman dan menemukan apa itu profesionalisme.</p>
<blockquote><p>
Profesionalisme adalah ketika kita dapat memisahkan apa yang harus kita lakukan dengan apa yang kita rasakan.</p></blockquote>
<p>Sejak awal dia menekankan bahwa dia punya keseharian yang tidak dapat dia tinggalkan begitu saja, tapi yakin, sangat-sangat yakin kalau semua itu akan dia tinggalkan.</p>
<p>Baiklah, mari kita tinggalkan masa kini sebentar saja dan mencoba bertualang ke masa depan untuk sesaat, agar kita mengerti apa yang ada di kepala kita masing-masing, yang mana sebenarnya adalah sama persis namun pemahamannya yang berbeda.</p>
<p>Let’s see three or more years we (me and her) are keep our faith deeply and meet the best result, yes mate, we are finally married. Dia dengan kesehariannya sebagai seorang wanita karir, dan saya sebagai jurnalis, sesuai dengan apa yang kami impikan (ini mimpi kami kawan). Sesuai dengan apa yang kami usahakan (ini kenyataan). Kalau saja kami tidak dapat memisahkan mana perasaan mana pekerjaan, kami tentu saja akan dengan mudah berhenti di tengah jalan. Maksud saya, rasa cemburu serta posesifitas buta yang menyesatkan itu akan merusak segalanya. Dan satu-satunya pilihan yang seharusnya kami ambil adalah menjadi dewasa dengan menjadi seorang yang profesional dalam menjalani kehidupan.</p>
<p>Apapun itu, jangan campurkan masalah di rumah tangga kami dengan masalah yang kami temui dalam pekerjaan. Orang yang kami akrabi di tempat kerja bukan berarti kami akrabi juga di rumah atau di tempat tidur misalnya, hubungan itu akan berhenti sampai jam kerja selesai,  untuk kemudian memeluk satu sama lain dengan penuh kasih sayang di rumah. Tentu saja dengan syarat kami memang saling menyayangi, seperti ketika pertama kali kami bertemu.</p>
<p><strong>Apa hasilnya? We gonna end with happiness and more positive things! Yakin? Yakin sangat!</strong></p>
<p>Baiklah, kembali ke masa kini. Kami jadikan itu final goal, bagaimana kalau kami coba terapkan kedewasaan yang saya sebutkan di atas dalam hubungan kami sekarang? Apakah mungkin menerapkan mimpi dalam kenyataan? Apakah mungkin menyomot masa depan untuk kami nikmati di masa sekarang?</p>
<p><strong>Sayangku, hanya kita yang dapat menjawabnya. </strong></p>
<p><em>Maukah kamu menjadi satu-satunya perempuan dalam hidupku, dan jadikan aku satu-satunya pengisi waktu luangmu sekaligus kekasih hati kamu selamanya?</em></p>
<p>Tangannya menggenggam tangan saya, erat, binar matanya adalah cahaya paling terang malam itu. Kendaraan mungil itu membelok di perempatan, beberapa meter kemudian kami menemukan surga kami yang pertama. Bukan soal tubuh kami ada di mana, tapi ke mana jiwa kami melayang.</p>
<p>Semoga Tuhan mengabulkan do’a kami, dan merestui apa yang kami jalani selama ini, sekarang, dan nanti.</p>
<p>**Love my greenies, always.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andripermana.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andripermana.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=42&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/04/nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ego, Saat Kita Dewasa</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/02/ego-saat-kita-dewasa/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/02/ego-saat-kita-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 17:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya bertemu anak kecil, tipikal yang ingin kamu cubit pipinya kalau bertemu. Dan saya cubit itu pipi anak kecil, untuk lantas kemudian menangis dan mengadukan saya ke orang tuanya. Coba kalian tebak, ada beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi ketika pengaduan itu dia jalani. Anak tersebut disuruh kembali menemui saya untuk kemudian melancarkan serangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=35&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;">Hari ini saya bertemu anak kecil, tipikal yang ingin kamu cubit pipinya kalau bertemu. Dan saya cubit itu pipi anak kecil, untuk lantas kemudian menangis dan mengadukan saya ke orang tuanya. </span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;">Coba kalian tebak, ada beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi ketika pengaduan itu dia jalani. </span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Verdana;">Anak tersebut disuruh kembali menemui saya untuk kemudian melancarkan serangan balik berupa pemukulan atau pencubitan, atau bentuk balas dendam lainnya atas dasar pembenaran yang diberikan oleh orang tua si anak.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;">Anak tersebut diminta untuk melakukan prosesi minta maaf. Meminta maaf untuk suatu kesalahan yang dia sendiri bahkan tidak tahu di mana-mananya.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;">Anak itu akan disuruh kembali untuk mendiskusikan kenapa saya mencubitnya, atau bahkan hanya bercerita kenapa dia sampai menangis.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;">Orang tuanya memberikan alasan berupa tebakan tentang apa alasan saya sampai mencubit anak itu, supaya anak itu tenang dan permasalahan tidak berlanjut.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;">Orang tuanya datang, melancarkan beberapa kata keras yang mau-tidak mau akan membuat saya meminta maaf.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;">And so on, and so on..</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Verdana;">dan anak itu ternyata mendapati situasi nomer 3. Tiba-tiba berhenti menangis dan bertanya, “Kenapa om cubit pipi?”. Saya hanya tersenyum, membelikan dia permen, lantas mencubitnya lagi. Anak itu hanya tersenyum, mengerti kalau dia dicubit bukan untuk alasan yang buruk. </span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;font-style:italic;">Itu anak-anak, akan lain ceritanya kalau orang dewasa yang saya cubit! Hahahha..</span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;">Maksud saya begini, ketika bertemu situasi yang kurang dia mengerti seorang anak akan langsung meminta pendapat orang tuanya, orang yang dia percaya akan selalu memberikan yang terbaik buat dirinya. Lalu ketika seorang dewasa mengalami hal yang sama, apa yang akan terjadi? Dia mungkin akan hanya bertanya kepada dirinya sendiri, untuk kemudian bertindak sesuai dengan apa yang dia yakini benar.</span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;">Ada beberapa pertimbangan ketika seorang dewasa bertanya kepada dirinya sendiri. Pertama adalah pengalaman, yang kedua adalah keinginan. </span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;">Pengalaman tentu saja sesuatu yang tidak akan pernah kita ragukan kebenarannya, karena pengalaman adalah hal yang pernah menanamkan rasa dalam kehidupan si dewasa. Si dewasa akan tahu bagaimana menyikapi hal yang pernah dia alami sebelumnya. Dan itu akan menjadi prioritas utama sebagai bahan pemikiran dalam menindaki apa yang ada di depan matanya. Kalau keinginan? Keinginan adalah hal lain, ketika pengalaman berkata A, keinginan untuk mendapati suasana lain dengan apa yang pernah si dewasa alami akan membuat dia bertindak B. Itulah kenapa kalau kita mendapati sesuatu yang pernah kita alami, kita bertindak sama walaupun kita tahu itu negatif. Itulah kenapa kita kadang jatuh ke dalam lubang yang sama. </span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;font-style:italic;">Lantas kenapa keinginan itu begitu kuat sampai pengalaman betul-betul tidak mampu kita hiraukan? </span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;">Ada satu hal yang membuat keinginan itu begitu kuat, lebih kuat dari apapun. Penasaran adalah hal yang mendasari keinginan yang begitu kuat. Dalam penasaran itu terdapat ego, dan ego berada dalam tingkatan paling tinggi kalau membahas tentang penanganan masalah kehidupan. Sebegitu perkasanya ego, sampai-sampai komitmen serta idealisme kita terlihat layaknya sampah. Harga diri adalah bagian terbesar dari ego, dan harga diri adalah sesuatu yang kita bawa sejak lahir. Anda tau bagaimana rasanya manusia yang diharuskan membuang bawaan sejak lahir? Bahkan tekhnologi semaju apapun tidak akan dapat menggantikan kebesaran ciptaan Tuhan. Dan harga diri adalah ciptaan Tuhan yang kita bawa sejak lahir.</span><br />
<br /><span style="font-family:Verdana;">Meaningless? Tergantung ego anda sebetulnya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andripermana.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andripermana.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=35&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/09/02/ego-saat-kita-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>si Duron</title>
		<link>http://andripermana.wordpress.com/2008/08/29/si-duron/</link>
		<comments>http://andripermana.wordpress.com/2008/08/29/si-duron/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 13:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri Permana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andripermana.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memang aneh, kita selalu tidak puas, atau mungkin karena hal ini terjadi kepada semua orang lantas kita sebut saja biasa. Maksud saya kapan kita merasa puas, kalau apa yang kita dapatkan tidak kita hargai? Betul, semua itu bukan masalah memuaskan atau tidak, tapi soal bagaimana kita menghargai apa yang kita dapatkan. Soal puas atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=29&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:&quot;">Manusia memang aneh, kita selalu tidak puas, atau mungkin karena hal ini terjadi kepada semua orang lantas kita sebut saja biasa. Maksud saya kapan kita merasa puas, kalau apa yang kita dapatkan tidak kita hargai?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Betul, semua itu bukan masalah memuaskan atau tidak, tapi soal bagaimana kita menghargai apa yang kita dapatkan. Soal puas atau tidak, sepertinya sudah jadi kodrat manusia untuk selalu tidak merasa terpuaskan. Lagipula, mari kita jadikan motivasi saja untuk terus bekerja keras. Setidaknya kita bisa mendapatkan hal positif, bukan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Saya punya AMD Duron 800 Mhz dengan memory 128 Mb dan VGA 32 Mb selama kurang lebih lima tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk sebuah “sumber kehidupan” memang, tapi saya menikmatinya dan mencintainya sampai sekarang, sebelum akhirnya dia tergeletak di gudang tak bernyawa. Anehnya, setelah hampir satu tahun berpisah dengan si Duron saya tidak merasa puas dengan kinerja “teman” saya yang baru. Hati saya masih bersama si Duron rupanya, setidaknya itu yang saya ambil sebagai pembenaran untuk ketidaksetiaan saya ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Yang baru ini bukan main, ini tiga per empat mimpi saya sebenarnya. Saya bahkan punya lima setengah mimpi saya untuk teman bermain, mimpi saat saya masih bersama si Duron. Tapi percaya atau tidak, beberapa bulan kemarin saya masih suka membawa si Duron ke kamar. Saya masih suka bercengkrama dengannya, saya belikan barang-barang yang baru, baru dia temui bukan baru keluar dari toko, dan mencobanya saat kami bersama. Dan dia masih seperti dulu, masih semangat dan bertenaga seperti dulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ada banyak kenangan manis yang tidak akan pernah saya lupakan tentang si Duron, banyak hal yang membuat hidup saya seperti sekarang. Saya ingat 350.000 pertama saya didapat karena si Duron. Itu bukan jumlah uang yang besar memang, tapi saat itu bukan sekarang, uang itu membuat saya jadi orang yang berbeda dari sebelumnya. Kami bekerja siang-malam tanpa henti, saya berhenti sesekali memang, dia tidak sama sekali. Satu minggu setelahnya dia kelelahan, satu bagian dari tubuhnya harus diganti, harganya setengah dari apa yang saya dapatkan. Menyesalkah saya? Tidak. Saya justru lebih semangat bekerja dengannya, namun dengan perhatian lebih banyak dan lebih hati-hati dalam melakukan pekerjaan kami.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ah, terlalu banyak kenangan. Bahkan ada beberapa hal yang saya khususkan hanya untuk dia. Meskipun saya bisa mendapatkan penggantinya dengan mudah, saya tidak pernah mau untuk menggantinya dan hanya saya nikmati ketika saya bersama dia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Lalu, apa inti dari cerita saya di atas? Ingin pamer bahwa sekarang saya adalah orang sinting yang menganggap komputer sebagai seorang teman? Bukan, bukan itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Saya pikir saya mendapat pelajaran baru, hidup itu tentang belajar bagi saya, dan ingin berbagi dengan teman-teman. Sikap saya yang selalu menjadikan si Duron sebagai pelarian dari ketidakpuasan saya terhadap komputer baru sudah saya sadari buruk dan ingin berhenti bersikap seperti itu. Saya sadar, komputer baru saya bukan tidak akan memberikan kenangan dengan cara dan situasi yang lain. Saya sadar bahwa kami baru saja bertemu dan belum melakukan sesuatu yang besar. Saya juga berharap terlalu tinggi kepadanya, dan meminta maaf karena itu. Kami masih punya empat tahun atau bahkan lebih dari itu untuk menjalin hubungan yang lebih baik bahkan daripada hubungan saya dengan si Duron. Dan kami pasti akan melakukan sesuatu yang besar yang mengubah hidup kami, bahkan lingkungan sekitar kami tentunya. Saya harap kami bisa, hanya saya? Kalau saja dia manusia yang punya hati dan bisa berharap saya yakin dia akan merasakan hal yang sama. Saya menghargainya sebagai sesuatu yang saya punya, bukan yang pernah saya impikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ada satu kalimat yang membuat saya berubah, dari orang yang selalu penasaran akan hal baru menjadi seseorang yang lebih mensyukuri apa yang saya miliki. Calon istri saya berkata:</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Kalau kita terus mencari, kapan kita akan berhenti?</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Kata-kata itu juga yang membuat saya yakin dan menaruh harapan sebanyak mungkin kepadanya, yakin bahwa suatu saat nanti dia adalah satu-satunya pendamping hidup saya sampai Tuhan mengatakan lain. Dan saya akan sekuat tenaga menjaga hal itu agar tetap nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andripermana.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andripermana.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andripermana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andripermana.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andripermana.wordpress.com&amp;blog=2306770&amp;post=29&amp;subd=andripermana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andripermana.wordpress.com/2008/08/29/si-duron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7fa538ea8e8743ff4ef92f3d7886e8b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Andri Permana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
