Andri Permana

An art, music, movie, IT, and literature enthusiast live in Bandung, Indonesia.

Capung yang SMSan.

dengan satu komentar

Hari ini capung betina itu pergi, bersama satu ekor capung jantan lain yang lebih gagah luar dalam dibanding capung jantan yang tinggal satu kandang, atau apapun namanya, dengan si capung betina. Capung betina meminta ijin kepada capung jantan yang tinggal satu kandang, tapi tidak mungkin ditolak, capung mana coba yang bisa menolak kehendak Tuhan dan ego capung lain? Tidak ada.

Pukul 19:37 capung betina itu mengirim SMS kepada capung jantan yang tiap malam tidur satu kasur di kandangnya bersamanya itu, isinya seperti ini:

Ayah lagi apa? Lagi di mana? Ibu sekarang lagi makan, kalian udah makan belum? Me love you both.

Itu isi SMS yang sudah dilengkapi, atau ditafsir, soalnya seperti layaknya SMS kebanyakan SMS tersebut juga disingkat-singkat dan tafsiran itu berlaku untuk semua SMS di dalam tulisan ini, tapi tulisan ini bukan tafsir SMS melainkan cerita pendek, cerita pendek tentang capung. Dari SMS di atas juga kalian tahu bahwa si capung jantan adalah seekor yang disebut Ayah, dan si betina adalah seekor yang disebut Ibu. Kata “kalian” juga menunjukan bahwa ada dua ekor capung yang dimaksud si Ibu, saya asumsikan adalah anak dari keduanya. Jadi mereka sudah menikah? Itu bukan urusan saya.

Si Ayah menjawab SMS tersebut dengan SMS juga, karena apa? Karena handphone keduanya tidak mendukung MMS, mungkin. Isi SMSnya adalah seperti ini:

Udah. Baru beres Tarawih. Ibu kapan pulang, ibu tahu jalan pulang kan?

Apakah saya perlu menjelaskan maksud dari SMS tersebut? Jangan yah, kalian kan pintar, pasti bisa mencari penjelasannya sendiri. Si Ibu kemudian membalas kembali, bukan balas dendam, tapi balas SMS si Ayah. Isinya seperti ini:

Gaga diajak tarawih ga? Beres makan, ibu pulang kok. Ya tahu atuh ayah, kenapa gitu?

Gaga kita asumsikan sebagai capung kedua di rumah mereka, yang mana adalah telah kita asumsikan sebagai anak dari kedua capung tersebut. Si Ibu bertanya kepada si ayah, bukan kepada Gaga mengenai diajak tarawih itu, benarkah? Percayalah. Si Ayah membalas SMS itu, karena isinya adalah pertanyaan. Dan sadari merekapun saling berkirim SMS, diawali SMS si Ayah seperti ini:

Iya atuh. Tahu kan, kalau gitu jangan ajakin capung lain pulang kerumah.

Si Ibu:

Iya ayah pasti. Ayah percaya kan sama ibu? Ntar ibu kabarin lagi ya, titip cium buat gaga. Mmmuah.. Buat kamu mah ntar aja malem. Hihhi.

Kata “Mmmuah..” dan “Hihhi.” Adalah ekspresi, atau bahasa kininya adalah  “extext” kependekan dari expression text, artinya teks yang mengekspresikan sesuatu.

Si Ayah:

Pengen dicium langsung sama ibu cenah. Soal percaya atau tidak mah bukan urusan ibu, urusan ibu mah bisa dipercaya atau ngga. Dan, bu, ini sudah malam..

“Cenah” adalah bahasa sunda dari “katanya”.

Si Ibu:

Iya, ayah bisa pegang omongan ibu kok! Iya ini juga udah mau pulang, tunggu yah sayang.

Si Ibu ini bukannya tidak tahu kalau yang namanya omongan tidak dapat dipegang, tapi justru karena si Ibu dan si Ayah sama-sama tahu kalau itu adalah sebuah ungkapan. Kata “sayang” juga bukan berarti si Ibu salah kirim SMS, yang harusnya ke si Ayah malah ke si Sayang, tapi karena sayang juga adalah kata ganti untuk capung yang disayangi oleh capung lain. Percayakah? Harus, kalau tidak kamu harus buka wikipedia untuk mencari tahu, dan kamu harus jadi capung terlebih dahulu, hoream pan? Makanya, percaya saja.

Si Ayah:

Iya sayang, hati-hati yah. Kami sayang ibu, selalu.

SMS mesra, kalau menurut saya, tapi sayang si Ibu tidak dapat merasakan kemesraan itu. Kenapa? Karena SMS itu tidak pernah terkirim. Kenapa? Karena lagi-lagi si Ayah tidur dengan menindih handphone, sehingga pulsanya hilang. Kenapa? Karena akibat tertindih itu handphone si Ayah menelepon keluar sehingga pulsanya habis, sehingga tidak dapat mengirim SMS terakhir kepada si Ibu. Kenapa? Mari kita sebut itu sebagai takdir.

21:15
Seramai-ramainya warnet, tidak pernah seramai pertunjukan sirkus. Sepi, keramaian yang sepi.

Ditulis oleh Andri Permana

September 28, 2008 pada 4:11 am

Ditulis dalam Thought

Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Salam
    hihihi..lucu euy jangan2 ketularan Pidi yah :)

    Just f

    Oktober 14, 2008 pada 7:22 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.