Andri Permana

Just another WordPress.com weblog

The Hunting Party

tinggalkan komentar »

“..cause it’s a war. Sometimes, what we see is not what really happend.”
- Terrence Howard

Seorang jurnalis memang harus berada di lapangan, seburuk apapun tempat kejadian mau atau tidak dia harus berada di sana. Sampai adanya teknologi yang dapat membuat manusia menjadi dua orang yang sama, hal tersebut tidak akan pernah berubah. Untuk menaklukan Irak, Amerika Serikat boleh saja menggunakan peluru kendali jarak jauh, teknologi yang semakin membuat mereka unggul, dan setiap ibu dari anggota pasukan Amerika Serikat yang bergabung dalam invansi besar-besaran tersebut sedikit lebih tenang. Betul, bahkan ratusan orang pasukan saja dapat digantikan oleh hanya satu hulu nuklir. Pengendali kendaraan mulai dimudahkan dengan auto-pilot, mesin penjahit otomatis membantu agar sandang dibuat lebih cepat dan lebih banyak, dan ribuan penemuan lainnya yang memudahkan atau bahakan menggantikan manusia dalam melakukan sesuatu. Tapi mesin tidak akan bisa menggantikan tugas seorang jurnalis.

Baiklah, sekarang ini ada foto satelit. Saya juga pengguna google, dan kita dapat menemukan apa saja di sana. Youtube juga hebat, semua orang adalah penyebar berita, atau bahkan menjadi “pembuat” berita. Tapi siapa yang akan merasakan bagaimana desingan peluru membuat orang menjadi liar di medan perang, mendengar jeritan seorang ibu yang kehilangan anaknya karena sebuah kecelakan, atau menikmati udara segar di pegunungan, menyaksikan bagaimana para penari telanjang membuat pengunjung klab malam lupa diri, dan banyak hal lain yang tidak hanya berkaitan dengan mata, tapi juga hati.

“..because my old friend, putting life in danger is actual living. The rest is television.”
- Richard Gere

Saya terlahir dengan rasa penasaran yang tinggi, tapi dikaruniai juga rasa takut yang tidak kalah tinggi. Saya selalu penasaran dengan apapun yang terjadi di sekitar saya, dan berterima kasih kepada internet dan media lainnya yang membuat pencarian jawaban atas skeptisme saya menjadi lebih mudah. Saya juga takut untuk datang ke tempat asing, bertemu dengan orang asing, mendengar hal-hal asing, dan berada di antara itu semua. Tapi bukan halangan, karena rasa penasaran akan jauh lebih unggul daripada rasa takut. Dan keasingan itu adalah tempat bersemayamnya jutaan misteri yang membuat saya bertanya-tanya.

Seringkali saya bertanya bukan untuk dijawab, tapi untuk dibuat mengerti. Salah satu teman berkata bahwa tidak mudah mempercayai orang kalau kita betul-betul ingin mengerti akan suatu hal. Dan saya membela diri, saya penggemar kebenaran, tugas saya untuk membaginya dengan dunia. Ini antara hak dan kewajiban, seperti kehidupan pada umumnya. Saya punya hak untuk ingin tahu, dan kewajiban untuk menyebarluaskan informasi yang saya dapat kepada publik. So, life’s gonna be fine because I just living the life it self in a same way with anybody else.

Dari kata-kata saya di atas tentu saja sedikit terlihat menakutkan, apalagi bagi orang yang tidak terbiasa. Keluarga saya, calon istri saya, calon anak-anak saya tentu saja akan sangat khawatir akan hal tersebut. Tapi yakinlah, saya juga punya prioritas. Dan kalian, orang-orang yang saya sayangi, adalah prioritas tertinggi setelah Tuhan YME. Saya kagum akan prioritas yang dibangun Simon Hunt (Richard Gere) dalam The Hunting Party karya Richard Shepard, tapi tidak ingin mengalami keterlambatannya dalam mengambil keputusan.

Written by Andri Permana

Agustus 2, 2008 pada 7:38 am

Ditulis dalam Thought

Ditandai dengan

Tinggalkan Balasan